Minggu, 25 Agustus 2013

Masyarakat Orgonite Indonesia



Masyarakat Orgonite Indonesia
Tahukah anda? Kita hidup dikelilingi benda-benda yang memancarkan Elektro Magnetik Radiasi (EMR). Mulai dari handphone, televisi. Banyaknya EMR ini akan berpengaruh bagi tubuh dan alam sekitarnya. Misalnya pusing saat menggunakan HP atau menonton televisi. Bahkan radiasi yang cukup besar dihasilkan oleh menara sutet dan BTS telekomunikasi dapat memberikan efek cuasa yang negatif.
Radiasi tersebut dapat dikurangi dengan cara meletakkan Orgonite di sumber-sumber gelombang elektromagnetik.  Apa sih Orgonite itu?
Orgonite merupakan perpaduan dari resin fiberglas, serbuk logam, dan  batu kristal yang dicetak dalam bentuk tertentu sesuai keinginan.



Bagaimana cara kerja Orgonite?
Serbuk logam yang terisolasi dengan resin bekerja mirip dengan induktor elektromagnetik dan menyerap semua energi negatif  terutama getaran elektromagnetik. Kristal betugas mengubah radiasi elektromagnetik menjadi panas melalui proses Elektro Striksi dan energi yang dilepaskan bersifat positif.  Penjelasan yang lebih sederhana adalah orgonite menyerap energi negatif kemudian mengubahnya menjadi energi positif.




Manfaat orgonite:
§  Menetralisir radiasi dari udara
§  Menghilangkan chermtrails dan menjaga kebersihan udara
§  Meningkatkan daya tahan tuhuh
§  Memperbaiki pernapasan dan membantu penderita asma
Masyarakat Orgonite Indonesia  (mOi) adalah sekelompok indvidu yang peduli dengan lingkungan. Untuk mengurangi EMR dilingkungan sekitar kami melakukan “GIFTING” sebuah gerakan memberikan orgonite  kepada saudara, kerabat , kawan dan menyebarkan di pusat-pusat radiasi terutama menara sutet dan BTS sebagai sumber radiasi yang besar. Orgonite yang digunakan untuk GIFTIng sangat sederhanamudah dibuat dengan harga yang relatif murah, kami mengajak masyarakat indonesia bersama-sama melakukan GIFTING kepada handai taulan dan lingkungan sekitarnya.



Mengapa harus gifting?
Kita hidup dalam lingkungan yang selalu memancarakan  EMR, bumi sudah penuh dengan polutan dari air, tanah dan udara. Jika energi negatif tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh buruk bagi kesehatan dan alam sekitarnya. Orgonite yang kita sebarkan di alam akan membuat energi disekitarnya menjadi positif. Keseimbangan alam pun dapat terjaga.

GIFTING BERSAMA MASYARAKAT ORGONITE INDONESIA






Judul Proyek
GIFTING BERSAMA MASYARAKAT ORGONITE INDONESIA
Masyarakat Orgonite Indonesia adalah komunitas GIFTER yang melakukan GIFTING Orgonite di titik-titik yang menjadi pusat radiasi. Mengapa harus gifting?
Kita hidup dalam lingkungan yang selalu memancarakan  EMR, bumi sudah penuh dengan polutan dari air, tanah dan udara. Jika energi negatif tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh buruk bagi kesehatan dan alam sekitarnya. Orgonite yang kita sebarkan di alam akan membuat energi disekitarnya menjadi positif. Keseimbangan alam pun dapat terjaga

Project Detail
PROYEK INI DIMULAI DENGAN MELAKUKAN WORKSHOP DAN SOSIALISASI TENTANG ORGONITE. WORKSHOP PEMBUATAN ORGONITE AKAN DILAKSANAKAN DI WILAYAH SOLO DAN SEKITARNYA. Proyek dimulai dengan melakukan workshop dan sosialisasi tentang orgonite. Workshop akan dilaksanakan di wilayah Solodan sekitarnya Di dalam workshop ini akan dipaparkan cara membuat orgonite untuk gifting dan tempat-tempat pembelian bahan bahan orgonite. Untuk membuat orgonite sangatlah mudah, tidak diperlukan keahlian khusus. Orgonite dibuat dari perpaduan resin, gram besi, kristal kuarsa, dan katalis. Orgonite yang khusus untuk gifting bentuknya tidak perlu terlalu bagus agar tidak menarik orang untuk mengambilnya.
Harapan setelah workshop, peserta bisa membuat orgonite sendiri dan melakukan GIFTING dilingkungan masing-masing. Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan workshop, untuk tahap awal kami mengandalkan peserta workshop untuk melakukan word of mouth tentang orgonite.PEMBUATAN 1000 ORGONITE AKAN DILAKSANAKAN DISELA-SELA WORKSHOP DAN SOSIALISASI
TARGET BUDGET
 6.500.000
Informasi penggunaan budget
1.      Pembelian bahan orgonite
2.      Workshop dan sosialisasi
3.      Pembuatan materi sosialisasi




Daftar Anggota Tim
1.BENNY PEW
2. RAMDHONY

RENCANA PELAKSANAAN PROYEK
Pelaksanaan kegiatan bulan november
1-9 november persiapan workshop
10 november workshop solo
17 november workshop sukoharjo
24 november worshop karanganyar
1 desember workshop sragen
8 desember workshop klaten
15 desember -1 januari gifting bersama
DISELA-SELA PELAKSANAAN WORKSHOP DAN SOSIALISASI KAMI MEMBUAT ORGONITE UNTUK GIFTING
Durasi Campaign
90 HARI
Biografi singkat pemilik karya
Sebelum menjadi penulis skenario pernah bekerja di dunia riset bergabung dengan SURVEYMETER melakukan penelitian HATAS.

Tim Indonesia dalam RURAL URBAN MIGRATION CHINA-INDONESIA (RUMICI) RESEARCH as Puncher, supported Australia National University-UGM.
Mengenal orgonite melalui forum-forum di internet. Belajar membuat orgonite dari salah satu empu orgonite terkemuka di Solo. Belum banyaknya masyarakat yang mengenal orgonite mendorong kami untuk melakukan kegiatan ini.


Profil Online
FB: Benny pew
Twitter: @bennypew
Kategori Karya
Kerajinan
Lokasi
Solo
Reward
100.000 keatas accsesories orgonite
300.000 keatas pendant orgonite
600.000 keatas pendant dan accsesories orgonite
900.000 keatas pyramid orgonite









Sabtu, 26 Januari 2013

reframing



Reframing
Sore itu tempat praktek Dokter Dewi ramai dipadati pasien. Tidak seperti biasanya, hal ini mungkin karena hari sebelumnya libur natal. Ini kali pertama aku periksa di Dokter Dewi, dapat nomor antrian 68. Satu per satu pasien dipanggil, pemeriksaan kurang lebih 10-15 menit saja. Di tempat praktek yang sederhana banget ( kalo nggak mau dibilang jelek),banyak pasien menunggunya. Pasien datang dan pergi, hingga sekitar jam setengah 7an ada bapak-bapak dateng dengan panampilan yang perlente. Mr X ini sebenarnya sudah tau kalau nomor antrian hanya sampai 70, setelah itu Dokter Dewi tidak melayani pasien karena dia ada jadwal piket di rumah sakit. Beberapa pasien yang tidak kebagian nomor langsung pulang, namun tidak dengan Mr X, beliau kekeh menunggu sampai pasien habis.
Pasien nomor 65 sudah dipanggil, diruang tunggu hanya tersisa saya, Mbak Cantik dan Mr X. “Mbak no berapa?”tanya Mr X. “66 Pak! Jawabnya singkat. “ kalau mas?” saya 68 pak, sambil saya tunjukkan nomor antrian. Mbak cantik keluar dari ruang periksa, “ No 67!” panggil Dokter Dewi. Pikir saya inilah giliran saya untuk periksa, karena No 67 tidak hadir. Ketika saya mau beranjak dari tempat duduk, Mr X langsung nyelonong aja masuk. Sabar...Sabar...kata hati saya.
Hmmmh...ada sesuatu yang menarik dan perlu dicermati tentang kejadian ini. Seseorang  berobat ke Dokter sebagai upaya ikhtiar untuk mencari kesembuhan. Namun apa yang dilakukan oleh Mr x tidak seelegan penampilannya dengan cara nyelonong masuk tanpa nomor antrian. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada Mr X meskipun ikhtiarnya kurang baik yaitu dengan “menyerobot antrian”.
Sebenarnya saya bisa protes, ngomel, dan segudang reaksi negatif untuk menumpahkan sekaligus mengambil HAK saya. Namun saya lebih memilih untuk mensinkoronkan hati dan pikiran, saya melakukan reframing dengan kejadian tersebut “Semoga kesabaran saya dengan Mr X bisa mempercepat kesembuhan saya” dan ternyata berhasil, hati saya menjadi lebih tenang (tidak bete)meskipun antrian saya diserobot oleh Mr X. Cepat sembuh Mr X, terima kasih anda membantu saya melakukan reframing yang indah.
Salam
Benny Pew



Selasa, 04 Desember 2012

MENAKAR KESALAHAN



AHHHH....aku merasa malu hari ini
Merasa malu karena aku melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak fatal, tapi lebih ke miscommunication saja dengan klien. Aku malu dengan Allah karena rasa bersalah dan takutku pada klien melebihi rasa takut dan bersalahku ketika dengan sengaja menunda waktu sholat bahkan terang-terangan aku meninggalkan sholat shubuh karena rasa kantuk.

Aku jadi teringat salah satu adegan film catatan si boy, dimana pacarnya BOY melakukan sebuah kesalahan kecil. “ehhh nggak takut dosa loe?’’ dengan enteng pacarnya Boy jawab” Dosa kan nggak benjol”.Hmmh kalo setiap kita melakukan dosa langsung benjol, pasti muka kita sudah tidak karuan, jumlah benjolan berbanding lurus dengan seberapa besar dosa yang telah kita lakukan.

Mungkin efek dari kesalahan itu yang membuat aku terlalu nyantai ketika terdengar suara adzan aku lebih memilih online dengan teman di FB daripada online dengan Allah. Berbeda jika kita melakukan kesalahan pada klien maupun pacar. Kita takut jika klien tidak mau bekerja sama lagi, atau pacar pindah ke lain hati gara-gara kesalahan kita.

Manusia lebih takut pada kehilangan harta bendanya daripada kehilangan imannya, begitu salah satu kalimat yang tertulis di dalam buku La Tahzan. Manusia menangis ketika kehilangan mobil, rumah terbakar, tapi kita (kadang) tidak sadar bahwa hubungan kita dengan Allah merenggang .
Belajar dari kesalahanku hari ini, aku sadar bahwa rasa takutku pada manusia ternyata lebih besar daripada dengan Allah. Allah yang masih mengizinkan aku menghirup oksigenNYA, memberiku jodoh yang sholeh, hidup di keluarga yang utuh dan harmonis, berkarya dengan teman-teman yang santun. Allah memberiku rezeki yang melimpah, tapi aku masih sering meninggalkanNYA.

Harusnya aku lebih bisa mensyukuri dengan semua itu, bahkan aku masih dipercaya Allah untuk mengambil hikmah dari kesalahanku hari ini dan menuangkannya ke dalam tulisan ini. Senang sekali rasanya masih diizinkan untuk mengevaluasi diri. Semoga kesalahan-kesalahan yang akan datang akan membuat aku lebih baik semakin dekat dengan pemilik SEMESTA ini.  Keep online with GOD.140212 23:00