Rabu, 07 November 2012
Gerakan Belanja di Warung
Jumat, 09 Maret 2012
Man Jadda Wa Jadda sebagai Afirmasi
Minggu, 05 Februari 2012
Distribusi Tertutup LPG Tertentu
http://baliklayarindonesia.blogspot.com
Kamis, 02 Februari 2012
Watch Dog Game di Indonesia

Sabtu, 26 November 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
Penelitian gaya Backpaker (Saumlaki - Kisar)

Tidak ada teman dan Saudara, sendiri yah semua dijalani sendiri. Mulai dari perizinan, mencari basecamp sampai kelaparan juga sendiri....!
Kota Ambon merupakan pintu gerbang menuju Saumlaki di Kepulauan Yamdena. Saumlaki adalah ibukota kabupaten Maluku Tenggara Barat yang mekar pada tahun 1999. Saumlaki sebuah kota yang sering terjadi gempa (search aja google dengan keyword "saumlaki") pasti yang muncul berita tentang gempa.
Disaumlaki aku sama sekali tidak ada contact person yang ku kenal. AKu hanya bermodalkan informasi ada tukang bakso di depan kantor pos Saumlaki. Tempat pertama yang aku target adalah tukang bakso, KENAPA?
Karena tukang bakso dimanapun biasanya orang solo,aku menggunakan pendekatan kultural untuk mencari basecamp.
Terbukti Ampuh...dengan sedikit bahasa jawa yang halus. Akhirnya bos bakso yang bernama Pak Wardi mengizinkan aku untuk tinggal di mushola belakang warung. Alhamdullilah akhirnya dapet basecamp. Dan ternyata..eh ternyata pak Wardi ini adalah tetangga desa ku cuma beda 3 km aja dari rumahku.
Sekilas tentang Pak Wardi, dia adalah pemilik warung Bakso Yusara. Warungnya buka 24 jam. Yang paling menakjubkan adalah semua bahan baku dari warung ini dibuat sendiri. Karena di Saumlaku untuk mendapatkan daging sapi susah. Maka Pak Wardi menyembelih sendiri, dan dgiling sendiri. Total sapinya yang siap disembelih berjumlah 60 ekor lebih...gilee bener.
Jika 1 ekor sapi 5 juta kalikan saja dengan 60 ekor.....
Langkah selanjutnya setelah dapat basecamp adalah mengurus perizinan di kesbanglinmas. dengan modal 50 ribu aku minta tolong tukang ojek untuk mengantarkan aku ke Kesbanglinmas, Dinkas dan Dinkes. Urusan di Kesbanglinmas lancar karena dibantu oleh Bu detha (mungkin karena dia tertarik dengan batikku hehe). Sengaja aku sedikit menonjolkan identitasku dengan mengenakan batik. Ternyata beliau penyuka BATIK,akhirnya kami terlibat obrolan mengenai batik. Disini aku sadar bahwa aku dan Bu Detha sudah menemukan "LINK" yaitu persamaan dalam obrolan. SO aku lebih enak aku lobby-lobby perizinan sehingga perizinannnya bisa cepat turun. Jurus ini lumayan mujarab, terbukti Bu Detha menyuruh stafnya untuk membantu aku turun ke Desa. Tapi aku tolak karena aku sudah ada janjian dengan pihak lain...(maaf Bu Detha..terima kasih atas bantuannya)
Target diSaumlaku ada 2 kecamatan yaitu Kecamatan Tanimbar Selatan yang meliputu desa lat Dalam dan Olilit Raya.Kecamatan kedua adalah Wertamrian yang meliputu desa Sangliat Dol dan desa Atubul Raya. Desa atubul merupakan desa yang kental dengan suasana Magis. Sebelum memasuki desa ini aku disarankan tukang ojek untuk membawa AKAR HANTU (isitilah masyrakat setempat). Akar hantu ini menurut dia, hanya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu di desa atubul. Tapi aku nggak mau,aku tidak mau menggantungkan keselamatanku pada sebuah akar. Biarlah Allah yang menjagaku, pikirku. So aku berangkat ke Atubul dengan keyakinan Allah pasti melindungi aku, tanpa harus ada AKAR HANTU. Musrikkk!!!
Perjalanan menuju desa ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Melewati hutan dan jalan setapak yang hancur banget. Aku beberapa kali harus turun dari motor karena jalanan yang naik turun dan juga becek. Memasuki desa ini memang terasa menjadi makhluk asing, karena semua pnduduk desa seolah menatap curiga. Setelah ketemu dengan perangkat desa, Alhamdullilah semuanya bisa lancar, meski aku sempat dipalak orang yang lagi minum sopi (minuman beralkohol khas maluku). Overall pekerjaan di Saumlaki lancar banget...
Sekarang aku harus melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Maluku Barat Daya yang berada di Pulau Kisar. Perjalanan menuju kabupaten Maluku Barat Daya yang berada di pulau Kisar ditempuh dengan pesawat merpati, harga tiketnya relatif lebih murah hanya 400 rebu saja. Perjalanan ditempuh dalam wakti 1,5 jam. Beda dengan pesawat lainnya, setelah check in biasanya kita mendapatkan number seat. Tapi khusus pesawat ini tidak ada number seat, so tempat duduknya bebas milih sendiri. Seatnya berjumlah 17 saja, maklumlah pesawat kecil, sehingga goncangan dan suara mesinnya berisik banget.
Di Kisar aku tidak punya contact person sama sekali. Sesampainya di Bandara Kisar aku liat-liat situasi dulu, sambil tanya-tanya tukang ojek , ada nggak tukang bakso di Kisar, dia jawab ada. Lega hati ini, setidaknya aku sudah mempunyai bayangan basecamp. Perjalanan menuju kota sekitar setengah jam, dengan harga ojek 50 rebu saja. Sampai di warung bakso "Bengawan Solo"aku langsung menemui pemiliknya yang bernama Pak Pramono, setalah aku utarakan jati diri dan maksudku, Alhamdullilah Pak Pramono mengizinkan aku untuk tinggal di warungnya.
Kisar merupakan pulau kecil yang ada di Maluku Tenggara Barat Daya, merupakan kabupaten pemekaran. Sebelum mengnjakkan kaki di pulau ini, saya membayangkan pulau ini ramai. Ternyata pusat kotannya sangat kecil. Panjang jalannya tidak lebih dari 300 M. kebetulan basecamp saya berada di depan Kantor Bupati, yang sebelumnya merupakan kantor camat PP terselatan.
Wawancara di Kisar saya selesaikan dalam waktu 3 hari termasuk mengurus perizinan, karena di Kisar tidak ada sekolah yang berada di bawah naungan depag maka saya hanya mengurus izin di Dinkes dan Diknas. Ditemani tukang ojek berkeliling Kisar menuju desa Oirata Timur dan Wonreli yang merupakan kota kecamatan PP terselatan.
Selesai mengerjakan di PP terselatan, tujuan berikutnya adalah Pulau Leti, perjalanannya membutuhkan waku sekitar 16 jam. Namun perjalanan sempat tertunda empat hari karena Ombaknya sangat tinggi sehingga Kapal Motor MAUMERE tidak berani berlayar. Perairan ambon dan sekitarnya pada bulan-bulan tersebut memang sangat berbahaya, karena ombaknya bisa mencapai 5 meter.
Akhirnya saya nganggur selama 4 hari, praktis tidak ada pekerjaan sama sekali, karena kues-kues sudah teredit. Tiap hari pekerjaannya hanya nongkrong di warung. Ketika saya berada di Kisar uang cash saya tinggal 500 ribu. Saya lalu pergi ke BRI di sebelah warung "mbak di Leti ada BRI ga ya?" tanya saya. Dijawab teller nya dengan senyuman sambil berkata" Mas, di Leti tidak ada BRI, karena disana hanya pulau kecil, sepi...." . Wadddddduwwww pikir ku, di Kisar saja sudah saya anggap sepi, apalagi di Leti...hmmmmm ga kebayang deh sepinya.
Akhirnya aku kuras semua tabungan yang ada di BRI,rencana nya dari Leti saya akan langsung menuju Kupang dengan Kapal Putih Pangrango.
10 Juli 2011 jam 15:00 akhirnya saya naik KM MAUMERE, saat saya tiba di pelabuhan kapalnya penuh sesak, banyak barang bawaan penumpang, ada babi, burung bahkan ada yang membawa almari. Bu Din yang saya kenal di Diknas, membantu saya mencarikan tempat duduk, kebetulan ada anaknya yang sudah berada di dalam kapal plotting tempat duduk. Ini pertama kali saya naik Kapal Motor, suasananya penuh sesak, bahkan untuk selonjor(maaf saya tidak menemukan padanan katanya) saja susah. (bersambung....)
| NO | TANGGAL | AKTIVITAS |
| 1. | 22 Juni 2011 | Berangkat dari Jogja menuju Ambon. |
| 2. | 23 Juni 2011 | Stay di Ambon menunggu pesawat ke Saumlaki. |
| 3. | 24 Juni 2011 | Stay di Ambon menunggu pesawat ke Saumlaki. |
| 4. | 25 Juni 2011 | Jam 08:30 WIT tiba di Saumlaki, langsung ke kantor Kesbanglismas masukin izin. |
| 5. | 26 Juni 2011 | Hari Minggu tidak ada aktivitas |
| 6. | 27 Juni 2011 | Hari Senin ke Kesbanglinmas tapi izin belum jadi. |
| 7. | 28 Juni 2011 | wawancara Lat Dalam. |
| 8 | 29 Juni 2011 | Wawancara Olilit |
| 9 | 30 Juni 2011 | Tracking |
| 10 | 1 Juli 2011 | Wawancara Atubul Raya |
| 11 | 2 Juli 2011 | Wawancara Sangliat Dol |
| 18 | 3 Juli 2011 | Menunggu pesawat menuju Maluku Barat Daya (Kisar) |
| 13 | 4 Juli 2011 | Menunggu pesawat menuju Maluku Barat Daya (Kisar) |
| 14 | 5 Juli 2011 | Pukul 14:30 WIT berangkat menuju kisar, sampai di Kisar pukul 16:00 |
| 15 | 6 Juli 2011 | Masukin izin ke Kesbanglinmas, Diknas, dan Dinkes |
| 16 | 7 Juli 2011 | Wawancara Oirata Timur |
| 17 | 8 Juli 2011 | Wawancara Wonreli |
| 18 | 9 Juli 2011 | Menunggu kapal MAUMERE menuju Kec Leti |
| 19 | 10 Juli 2011 | Masih menunggu kapal MAUMERE menuju Kec Leti |
| 20 | 11 Juli 2011 | Menunggu Kapal MAUMERE |
| 21 | 12 Juli 2011 | Pukul 15:30 WIT berangkat menuju Kec Leti |
| 22 | 13 Juli 2011 | Pukul 06:30 WIT, tiba di Kec Leti , langsung wawancara LAITUTUN dan TUTUWARU |
| 23 | 14 Juli 2011 | Menunggu Kapal MAUMERE menuju pulau Kisar |
| 24 | 15 Juli 2011 | Kapal MAUMERE menuju pulau Kisar belum datang |
| 25 | 16 Juli 2011 | Masih di Letti menunggu kapal MAUMERE |
| 26 | 17 Juli 2011 | Alhamdullilah, pukul 12:30 naik kapal MAUMERE menuju KISAR |
| 27 | 18 Juli 2011 | Pukul 02:00 dini hari tiba di pulau Kisar |
| 28 | 19 Juli 2011 | Menunggu Kapal Pangrango menuju KUPANG |
| 29 | 20 Juli 2011 | Masih menunggu Kapal |
| 30 | 21 Juli 2011 | Pukul 20:00 WIT , naik kapal Pangrango menuju Kupang |
| 31 | 22 Juli 2011 | Masih dalam perjalanan menuju Kupang |
| 32 | 23 Juli 2011 | Pukul 07:00 WITA tiba di Kupang Pukul 13:30 WITA terbang ke Surabaya dengan SRIWIJAYA AIR Pukul 15:30 WIB sampai di Surabaya Pukul 18:00 naik bus menuju Solo |
| 33 | 24 Juli 2011 | Alhamdullilah sampai di Solo pukul 01:30 WIB |
Selasa, 02 November 2010
Mengenang Marijan
Pada tanggal 26 Oktober Gunung Merapi memuntahkan awan panasnya. Kawasan di sekitar lereng luluh lantak terkena awan panas. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, total pengungsi menjadi 18.929 jiwa yang berada di 8 titik.Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah, pengungsi bertambah menjadi 47.571 jiwa yang tersebar di 68 titik pengungsian. Dengan demikian total pengungsi akibat letusan Gunung Merapi mencapai 66.500 jiwa.(antara news).]
Sampai sekarang(20 okt 2010) sudah lebih dari 39 nyawa melayang termasuk juru kunci Raden Ngabehi Surakso hargo atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Marijan. Kesetiannya terhadap Merapi patut mendapat penghargaan dan dijadikan contoh buat masyarakat Indonesia. Loyalitas tugasnya dibawa sampai ke liang lahat. Sungguh pribadi yang patut dicontoh dari seorang Mbah Marijan. Beliau selalu ramah dan murah senyum ketika para pendaki yang mampir ke rumahnya. terakhir bertemu dengan mbah Marijan sekitar 3 tahun yang lalu, saat liputan bersama Tim Good Morning Trans TV. Berikut cerita kenangan bersama Mbah Marijan 3 tahun yang lalu saat prosesi Labuhan Ageng di Merapi.
Perjalanan menuju marijan dimulai pukul 06.45, tpet yang kami tuju pertama kraton jogja , untuk mengambil prosesi penyerahan ubo rampe, yang mo di bawa ke marapi. Setelah dari kraton, kita menuju ke kantor Camat cangkringan, di sana diadakan peyerahan ubo rampe dari utusan kraton ke Mbah Marijan. Gila Mbah marijan getoh, sosok lelaki yang Roso….yang ga gentar walo merapi mo meletus sekalipun, beliau tetep kekeh menjaga merapi. Mungkin itu amanat yang diembannya selama ini. Sosok yang langka dalam dnuia yang sudah cukup tua ini. Beliau memegang teguh amanat yang diembannya, walo taruhannya nyawa………………..
kembali ke menuju Marijan
Acara peyerahan ubo rampe berlangsung sekitar 1 jam , dihadiri pejabat kecamatan, dan beberapa wartawan.
Setelah acara penyerahan selesai kami kembali turun……..
kami akan naik lagi malam nanti, mungkin ba`da maghrib, menuju basecamp di atas, jam 5 pagi besok, kami mulai menapaki merapi. Setapak-demi setapak akan kami lalui hanya untuk Mbah Marijan……karena itu misi kami. Misi yang biasa disebut Imposibble, dan kami biasa meyelesaikan misi tersebut.
PEW
140807:1639
Setelah kemarin kita turun dari Cangkringan, aku dan mas sony stay di kantor MSV. Sekitar jam 20:00 temen temen dari Trans TV (Eno, Andy) datang dengan APVnya. Kami ngobrol-ngobrol sebentar sambil menunggu Joko Badeg dan temen temen dari MSV, Danang dan Endrow. Sekitara jam 21:00 mobil mulai melaju menuju KinahRejo kediaman mbah Marijan. Tapi aku sama badeg naik motor, karena ada Yuli temennya Badeg yang change sama aku. KaSihan Yuli kalo harus naik motor. DIIINGIIIN NIAN.
Aku dan team Trans Tv sampai di Kinahrejo tidak berselang lama, karena badeg naek dengan full speed. Hee..he..? Sampai di Kinahrejo halaman rumah mbah Marijan penuh sesak orang, ada dari berbagai media, shandika, metro tv, trans 7, dan temen temen mapala dari berbagai univesrsitas. Mas Sony malam itu berusaha nego dengan keluarga mbah Marijan supaya bisa wawancara, tapi anakanya bilang bahwa mbah Marijan tidak bisa di wawancara. Mungkin mood mbah Marijan lagi turun. Usaha pertama gagal kami mulai mencari-cari tempat untuk tidur, karena kami harus save energy, boat pendakian esok hari yang direncanakan jam 06:00 pagi.
15 agustus2007 06:18
Jam 06:00 pagi kesibukan sudah terlihat, abdi dalem mulai mengenakan beskap, di dalam rumah mbah Marijan terlihat Ibu-ibu mempersiapkan, ubo rampe yang akan dibawa ke marapi. Temen-temen dari media pun mulai menyiapkan senjatanya. Kami pun juga demikian walaupun kantuk terus menyerang kami berusaha tetap melek, karena ini misi yang biasa kami sebut Mission Imposible.
It`s Show Time
Rombongan mbah Marijan mulai bergerak, kami mengikuti dari belakang, ada beberapa temen-temen yang mendahului rombongan untuk mengambil gambar. Pendakian mulai berat, tidak ada jalan datar sedikitpun. Mas Sony, Eno, Andy dan Badeg berada di depan, Endro sudah tidak kiliatan lagi. Rombongan di belakang Aku, Yuli dan Danang. Yuli tampak kelelahan, begitu juga aku sama Danang. Terakhir aku naik gunung kelas 2 smp. So ini pendakian pertamaku setalah beberapa tahun. Salut boat Yuli yang tetap semangat untuk naik,walupun badannya lemes. Yuli ingin melihat prosesi labuhan. Tanjakan demi tanjakan kami lalui, naik gunung terasa menyenangkan, kami selalu ngasih semangat untuk mencapai puncak, semua seperti saudara.
Aku agak terpisah dari Yuli, dalam perjalanan terakhir aku ngobrol dengan abdi dalem. Dari bapak Marto, aku tahu bahwa labuhan ini diadakan setahun sekali di beberapa Titik diantaranya
-
Pantai Selatan tanggal 30 Rajab
-
Gunung Merapi tanggal 1 Ruwah
-
Gunung Kelud bulan Suro, tanggalnya diambil yang paling dekat dengan Jum`at Legi
-
Gunung Kawi, waktunya sama dengan gunung Kelud
Selain labuhan Alit ternyata ada labuhan Ageng, labuhan Ageng dilaksanakan setelah 10 labuhan Alit. Bapak Marto yang berusia 70-an ini tetap semangat mendaki Mrapi, ini merupakan pengabdian, kata beliau. Pak marto adalah Abdi dalem dengan gelar Ngabei, rumahnya de daerah pantai Parangkusumo. Dan aku pun berniat ngangsu kawruh ke beliau untuk belajar seluk beluk jawa
Kembali ke Marijan
Setalah ngobrol beberapa lama dengan Pak Marto, akhirnya aku sampai di tempat labuhan, Yuli masih masih tertinggal di bawah, jaraknya cukup lama juga. Sambil menunggu Yuli aku mencari-cari Mas Sony dan Kawan-kawan, terlihat, Mas Sony, Eno,Badeg. Sementara itu Andy dan Endro sibuk mengambil gambar. Yuli pun mulai menampakkan wajah lesunya. Akhirnya kami berkumpul sambil menunggu upacara selesai. Yang ditandai dengan pembagian berkat.
Disaat pembagian berkat semua kamera tertuju kepada para penonton yang berebutan berkat. Mas Sony melihat ada peluang untuk wawancara mbah Marijan,dia langsung dia tarik Eno dan Andy untuk ON Cam. Mas Sony mulai meminta izin, mbah Marijan untuk wawancara, mbah Marijan dan keluarga mengizinkan asal di situ saja. Akhirnya Eno bisa mewawancarai mbah Marijan. mbah Marijan pun bercerita tentang arti labuhan itu sendiri, yang paling menakjubkan adalah ketika mbah Marijan diminta untuk memberikan pesan kemerdekaan, beliau nembang dandang gula, dengan Mic Trans TV di tangannya. Pada waktu itu rekan-rekan media yang lain mulai sadar, tapi mau gimana lagi Mic Trans TV di tangan marijan, Mo ngambil gambar dari angle manapun Logo Trans Tv tetap terlihat.. Kami semua senang, akhirnya kami dapat sesi wawancra + nembang dengan mbah Marijan. Pendakian kami tidak sia-sia, lelah kami terbayar sudah. Kami juga mengabadikan moment-moment itu, dengan bernarsis ria dengan foto-foto. MISSION ACOMPLISHED
SELAMAT JALAN Mbah.....
salam
benny pew
http://baliklayarindonesia.blogspot.com
