
Kamis, 02 Februari 2012
Watch Dog Game di Indonesia

Sabtu, 26 November 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
Penelitian gaya Backpaker (Saumlaki - Kisar)

Tidak ada teman dan Saudara, sendiri yah semua dijalani sendiri. Mulai dari perizinan, mencari basecamp sampai kelaparan juga sendiri....!
Kota Ambon merupakan pintu gerbang menuju Saumlaki di Kepulauan Yamdena. Saumlaki adalah ibukota kabupaten Maluku Tenggara Barat yang mekar pada tahun 1999. Saumlaki sebuah kota yang sering terjadi gempa (search aja google dengan keyword "saumlaki") pasti yang muncul berita tentang gempa.
Disaumlaki aku sama sekali tidak ada contact person yang ku kenal. AKu hanya bermodalkan informasi ada tukang bakso di depan kantor pos Saumlaki. Tempat pertama yang aku target adalah tukang bakso, KENAPA?
Karena tukang bakso dimanapun biasanya orang solo,aku menggunakan pendekatan kultural untuk mencari basecamp.
Terbukti Ampuh...dengan sedikit bahasa jawa yang halus. Akhirnya bos bakso yang bernama Pak Wardi mengizinkan aku untuk tinggal di mushola belakang warung. Alhamdullilah akhirnya dapet basecamp. Dan ternyata..eh ternyata pak Wardi ini adalah tetangga desa ku cuma beda 3 km aja dari rumahku.
Sekilas tentang Pak Wardi, dia adalah pemilik warung Bakso Yusara. Warungnya buka 24 jam. Yang paling menakjubkan adalah semua bahan baku dari warung ini dibuat sendiri. Karena di Saumlaku untuk mendapatkan daging sapi susah. Maka Pak Wardi menyembelih sendiri, dan dgiling sendiri. Total sapinya yang siap disembelih berjumlah 60 ekor lebih...gilee bener.
Jika 1 ekor sapi 5 juta kalikan saja dengan 60 ekor.....
Langkah selanjutnya setelah dapat basecamp adalah mengurus perizinan di kesbanglinmas. dengan modal 50 ribu aku minta tolong tukang ojek untuk mengantarkan aku ke Kesbanglinmas, Dinkas dan Dinkes. Urusan di Kesbanglinmas lancar karena dibantu oleh Bu detha (mungkin karena dia tertarik dengan batikku hehe). Sengaja aku sedikit menonjolkan identitasku dengan mengenakan batik. Ternyata beliau penyuka BATIK,akhirnya kami terlibat obrolan mengenai batik. Disini aku sadar bahwa aku dan Bu Detha sudah menemukan "LINK" yaitu persamaan dalam obrolan. SO aku lebih enak aku lobby-lobby perizinan sehingga perizinannnya bisa cepat turun. Jurus ini lumayan mujarab, terbukti Bu Detha menyuruh stafnya untuk membantu aku turun ke Desa. Tapi aku tolak karena aku sudah ada janjian dengan pihak lain...(maaf Bu Detha..terima kasih atas bantuannya)
Target diSaumlaku ada 2 kecamatan yaitu Kecamatan Tanimbar Selatan yang meliputu desa lat Dalam dan Olilit Raya.Kecamatan kedua adalah Wertamrian yang meliputu desa Sangliat Dol dan desa Atubul Raya. Desa atubul merupakan desa yang kental dengan suasana Magis. Sebelum memasuki desa ini aku disarankan tukang ojek untuk membawa AKAR HANTU (isitilah masyrakat setempat). Akar hantu ini menurut dia, hanya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu di desa atubul. Tapi aku nggak mau,aku tidak mau menggantungkan keselamatanku pada sebuah akar. Biarlah Allah yang menjagaku, pikirku. So aku berangkat ke Atubul dengan keyakinan Allah pasti melindungi aku, tanpa harus ada AKAR HANTU. Musrikkk!!!
Perjalanan menuju desa ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Melewati hutan dan jalan setapak yang hancur banget. Aku beberapa kali harus turun dari motor karena jalanan yang naik turun dan juga becek. Memasuki desa ini memang terasa menjadi makhluk asing, karena semua pnduduk desa seolah menatap curiga. Setelah ketemu dengan perangkat desa, Alhamdullilah semuanya bisa lancar, meski aku sempat dipalak orang yang lagi minum sopi (minuman beralkohol khas maluku). Overall pekerjaan di Saumlaki lancar banget...
Sekarang aku harus melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Maluku Barat Daya yang berada di Pulau Kisar. Perjalanan menuju kabupaten Maluku Barat Daya yang berada di pulau Kisar ditempuh dengan pesawat merpati, harga tiketnya relatif lebih murah hanya 400 rebu saja. Perjalanan ditempuh dalam wakti 1,5 jam. Beda dengan pesawat lainnya, setelah check in biasanya kita mendapatkan number seat. Tapi khusus pesawat ini tidak ada number seat, so tempat duduknya bebas milih sendiri. Seatnya berjumlah 17 saja, maklumlah pesawat kecil, sehingga goncangan dan suara mesinnya berisik banget.
Di Kisar aku tidak punya contact person sama sekali. Sesampainya di Bandara Kisar aku liat-liat situasi dulu, sambil tanya-tanya tukang ojek , ada nggak tukang bakso di Kisar, dia jawab ada. Lega hati ini, setidaknya aku sudah mempunyai bayangan basecamp. Perjalanan menuju kota sekitar setengah jam, dengan harga ojek 50 rebu saja. Sampai di warung bakso "Bengawan Solo"aku langsung menemui pemiliknya yang bernama Pak Pramono, setalah aku utarakan jati diri dan maksudku, Alhamdullilah Pak Pramono mengizinkan aku untuk tinggal di warungnya.
Kisar merupakan pulau kecil yang ada di Maluku Tenggara Barat Daya, merupakan kabupaten pemekaran. Sebelum mengnjakkan kaki di pulau ini, saya membayangkan pulau ini ramai. Ternyata pusat kotannya sangat kecil. Panjang jalannya tidak lebih dari 300 M. kebetulan basecamp saya berada di depan Kantor Bupati, yang sebelumnya merupakan kantor camat PP terselatan.
Wawancara di Kisar saya selesaikan dalam waktu 3 hari termasuk mengurus perizinan, karena di Kisar tidak ada sekolah yang berada di bawah naungan depag maka saya hanya mengurus izin di Dinkes dan Diknas. Ditemani tukang ojek berkeliling Kisar menuju desa Oirata Timur dan Wonreli yang merupakan kota kecamatan PP terselatan.
Selesai mengerjakan di PP terselatan, tujuan berikutnya adalah Pulau Leti, perjalanannya membutuhkan waku sekitar 16 jam. Namun perjalanan sempat tertunda empat hari karena Ombaknya sangat tinggi sehingga Kapal Motor MAUMERE tidak berani berlayar. Perairan ambon dan sekitarnya pada bulan-bulan tersebut memang sangat berbahaya, karena ombaknya bisa mencapai 5 meter.
Akhirnya saya nganggur selama 4 hari, praktis tidak ada pekerjaan sama sekali, karena kues-kues sudah teredit. Tiap hari pekerjaannya hanya nongkrong di warung. Ketika saya berada di Kisar uang cash saya tinggal 500 ribu. Saya lalu pergi ke BRI di sebelah warung "mbak di Leti ada BRI ga ya?" tanya saya. Dijawab teller nya dengan senyuman sambil berkata" Mas, di Leti tidak ada BRI, karena disana hanya pulau kecil, sepi...." . Wadddddduwwww pikir ku, di Kisar saja sudah saya anggap sepi, apalagi di Leti...hmmmmm ga kebayang deh sepinya.
Akhirnya aku kuras semua tabungan yang ada di BRI,rencana nya dari Leti saya akan langsung menuju Kupang dengan Kapal Putih Pangrango.
10 Juli 2011 jam 15:00 akhirnya saya naik KM MAUMERE, saat saya tiba di pelabuhan kapalnya penuh sesak, banyak barang bawaan penumpang, ada babi, burung bahkan ada yang membawa almari. Bu Din yang saya kenal di Diknas, membantu saya mencarikan tempat duduk, kebetulan ada anaknya yang sudah berada di dalam kapal plotting tempat duduk. Ini pertama kali saya naik Kapal Motor, suasananya penuh sesak, bahkan untuk selonjor(maaf saya tidak menemukan padanan katanya) saja susah. (bersambung....)
| NO | TANGGAL | AKTIVITAS |
| 1. | 22 Juni 2011 | Berangkat dari Jogja menuju Ambon. |
| 2. | 23 Juni 2011 | Stay di Ambon menunggu pesawat ke Saumlaki. |
| 3. | 24 Juni 2011 | Stay di Ambon menunggu pesawat ke Saumlaki. |
| 4. | 25 Juni 2011 | Jam 08:30 WIT tiba di Saumlaki, langsung ke kantor Kesbanglismas masukin izin. |
| 5. | 26 Juni 2011 | Hari Minggu tidak ada aktivitas |
| 6. | 27 Juni 2011 | Hari Senin ke Kesbanglinmas tapi izin belum jadi. |
| 7. | 28 Juni 2011 | wawancara Lat Dalam. |
| 8 | 29 Juni 2011 | Wawancara Olilit |
| 9 | 30 Juni 2011 | Tracking |
| 10 | 1 Juli 2011 | Wawancara Atubul Raya |
| 11 | 2 Juli 2011 | Wawancara Sangliat Dol |
| 18 | 3 Juli 2011 | Menunggu pesawat menuju Maluku Barat Daya (Kisar) |
| 13 | 4 Juli 2011 | Menunggu pesawat menuju Maluku Barat Daya (Kisar) |
| 14 | 5 Juli 2011 | Pukul 14:30 WIT berangkat menuju kisar, sampai di Kisar pukul 16:00 |
| 15 | 6 Juli 2011 | Masukin izin ke Kesbanglinmas, Diknas, dan Dinkes |
| 16 | 7 Juli 2011 | Wawancara Oirata Timur |
| 17 | 8 Juli 2011 | Wawancara Wonreli |
| 18 | 9 Juli 2011 | Menunggu kapal MAUMERE menuju Kec Leti |
| 19 | 10 Juli 2011 | Masih menunggu kapal MAUMERE menuju Kec Leti |
| 20 | 11 Juli 2011 | Menunggu Kapal MAUMERE |
| 21 | 12 Juli 2011 | Pukul 15:30 WIT berangkat menuju Kec Leti |
| 22 | 13 Juli 2011 | Pukul 06:30 WIT, tiba di Kec Leti , langsung wawancara LAITUTUN dan TUTUWARU |
| 23 | 14 Juli 2011 | Menunggu Kapal MAUMERE menuju pulau Kisar |
| 24 | 15 Juli 2011 | Kapal MAUMERE menuju pulau Kisar belum datang |
| 25 | 16 Juli 2011 | Masih di Letti menunggu kapal MAUMERE |
| 26 | 17 Juli 2011 | Alhamdullilah, pukul 12:30 naik kapal MAUMERE menuju KISAR |
| 27 | 18 Juli 2011 | Pukul 02:00 dini hari tiba di pulau Kisar |
| 28 | 19 Juli 2011 | Menunggu Kapal Pangrango menuju KUPANG |
| 29 | 20 Juli 2011 | Masih menunggu Kapal |
| 30 | 21 Juli 2011 | Pukul 20:00 WIT , naik kapal Pangrango menuju Kupang |
| 31 | 22 Juli 2011 | Masih dalam perjalanan menuju Kupang |
| 32 | 23 Juli 2011 | Pukul 07:00 WITA tiba di Kupang Pukul 13:30 WITA terbang ke Surabaya dengan SRIWIJAYA AIR Pukul 15:30 WIB sampai di Surabaya Pukul 18:00 naik bus menuju Solo |
| 33 | 24 Juli 2011 | Alhamdullilah sampai di Solo pukul 01:30 WIB |
Selasa, 02 November 2010
Mengenang Marijan
Pada tanggal 26 Oktober Gunung Merapi memuntahkan awan panasnya. Kawasan di sekitar lereng luluh lantak terkena awan panas. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, total pengungsi menjadi 18.929 jiwa yang berada di 8 titik.Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah, pengungsi bertambah menjadi 47.571 jiwa yang tersebar di 68 titik pengungsian. Dengan demikian total pengungsi akibat letusan Gunung Merapi mencapai 66.500 jiwa.(antara news).]
Sampai sekarang(20 okt 2010) sudah lebih dari 39 nyawa melayang termasuk juru kunci Raden Ngabehi Surakso hargo atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Marijan. Kesetiannya terhadap Merapi patut mendapat penghargaan dan dijadikan contoh buat masyarakat Indonesia. Loyalitas tugasnya dibawa sampai ke liang lahat. Sungguh pribadi yang patut dicontoh dari seorang Mbah Marijan. Beliau selalu ramah dan murah senyum ketika para pendaki yang mampir ke rumahnya. terakhir bertemu dengan mbah Marijan sekitar 3 tahun yang lalu, saat liputan bersama Tim Good Morning Trans TV. Berikut cerita kenangan bersama Mbah Marijan 3 tahun yang lalu saat prosesi Labuhan Ageng di Merapi.
Perjalanan menuju marijan dimulai pukul 06.45, tpet yang kami tuju pertama kraton jogja , untuk mengambil prosesi penyerahan ubo rampe, yang mo di bawa ke marapi. Setelah dari kraton, kita menuju ke kantor Camat cangkringan, di sana diadakan peyerahan ubo rampe dari utusan kraton ke Mbah Marijan. Gila Mbah marijan getoh, sosok lelaki yang Roso….yang ga gentar walo merapi mo meletus sekalipun, beliau tetep kekeh menjaga merapi. Mungkin itu amanat yang diembannya selama ini. Sosok yang langka dalam dnuia yang sudah cukup tua ini. Beliau memegang teguh amanat yang diembannya, walo taruhannya nyawa………………..
kembali ke menuju Marijan
Acara peyerahan ubo rampe berlangsung sekitar 1 jam , dihadiri pejabat kecamatan, dan beberapa wartawan.
Setelah acara penyerahan selesai kami kembali turun……..
kami akan naik lagi malam nanti, mungkin ba`da maghrib, menuju basecamp di atas, jam 5 pagi besok, kami mulai menapaki merapi. Setapak-demi setapak akan kami lalui hanya untuk Mbah Marijan……karena itu misi kami. Misi yang biasa disebut Imposibble, dan kami biasa meyelesaikan misi tersebut.
PEW
140807:1639
Setelah kemarin kita turun dari Cangkringan, aku dan mas sony stay di kantor MSV. Sekitar jam 20:00 temen temen dari Trans TV (Eno, Andy) datang dengan APVnya. Kami ngobrol-ngobrol sebentar sambil menunggu Joko Badeg dan temen temen dari MSV, Danang dan Endrow. Sekitara jam 21:00 mobil mulai melaju menuju KinahRejo kediaman mbah Marijan. Tapi aku sama badeg naik motor, karena ada Yuli temennya Badeg yang change sama aku. KaSihan Yuli kalo harus naik motor. DIIINGIIIN NIAN.
Aku dan team Trans Tv sampai di Kinahrejo tidak berselang lama, karena badeg naek dengan full speed. Hee..he..? Sampai di Kinahrejo halaman rumah mbah Marijan penuh sesak orang, ada dari berbagai media, shandika, metro tv, trans 7, dan temen temen mapala dari berbagai univesrsitas. Mas Sony malam itu berusaha nego dengan keluarga mbah Marijan supaya bisa wawancara, tapi anakanya bilang bahwa mbah Marijan tidak bisa di wawancara. Mungkin mood mbah Marijan lagi turun. Usaha pertama gagal kami mulai mencari-cari tempat untuk tidur, karena kami harus save energy, boat pendakian esok hari yang direncanakan jam 06:00 pagi.
15 agustus2007 06:18
Jam 06:00 pagi kesibukan sudah terlihat, abdi dalem mulai mengenakan beskap, di dalam rumah mbah Marijan terlihat Ibu-ibu mempersiapkan, ubo rampe yang akan dibawa ke marapi. Temen-temen dari media pun mulai menyiapkan senjatanya. Kami pun juga demikian walaupun kantuk terus menyerang kami berusaha tetap melek, karena ini misi yang biasa kami sebut Mission Imposible.
It`s Show Time
Rombongan mbah Marijan mulai bergerak, kami mengikuti dari belakang, ada beberapa temen-temen yang mendahului rombongan untuk mengambil gambar. Pendakian mulai berat, tidak ada jalan datar sedikitpun. Mas Sony, Eno, Andy dan Badeg berada di depan, Endro sudah tidak kiliatan lagi. Rombongan di belakang Aku, Yuli dan Danang. Yuli tampak kelelahan, begitu juga aku sama Danang. Terakhir aku naik gunung kelas 2 smp. So ini pendakian pertamaku setalah beberapa tahun. Salut boat Yuli yang tetap semangat untuk naik,walupun badannya lemes. Yuli ingin melihat prosesi labuhan. Tanjakan demi tanjakan kami lalui, naik gunung terasa menyenangkan, kami selalu ngasih semangat untuk mencapai puncak, semua seperti saudara.
Aku agak terpisah dari Yuli, dalam perjalanan terakhir aku ngobrol dengan abdi dalem. Dari bapak Marto, aku tahu bahwa labuhan ini diadakan setahun sekali di beberapa Titik diantaranya
-
Pantai Selatan tanggal 30 Rajab
-
Gunung Merapi tanggal 1 Ruwah
-
Gunung Kelud bulan Suro, tanggalnya diambil yang paling dekat dengan Jum`at Legi
-
Gunung Kawi, waktunya sama dengan gunung Kelud
Selain labuhan Alit ternyata ada labuhan Ageng, labuhan Ageng dilaksanakan setelah 10 labuhan Alit. Bapak Marto yang berusia 70-an ini tetap semangat mendaki Mrapi, ini merupakan pengabdian, kata beliau. Pak marto adalah Abdi dalem dengan gelar Ngabei, rumahnya de daerah pantai Parangkusumo. Dan aku pun berniat ngangsu kawruh ke beliau untuk belajar seluk beluk jawa
Kembali ke Marijan
Setalah ngobrol beberapa lama dengan Pak Marto, akhirnya aku sampai di tempat labuhan, Yuli masih masih tertinggal di bawah, jaraknya cukup lama juga. Sambil menunggu Yuli aku mencari-cari Mas Sony dan Kawan-kawan, terlihat, Mas Sony, Eno,Badeg. Sementara itu Andy dan Endro sibuk mengambil gambar. Yuli pun mulai menampakkan wajah lesunya. Akhirnya kami berkumpul sambil menunggu upacara selesai. Yang ditandai dengan pembagian berkat.
Disaat pembagian berkat semua kamera tertuju kepada para penonton yang berebutan berkat. Mas Sony melihat ada peluang untuk wawancara mbah Marijan,dia langsung dia tarik Eno dan Andy untuk ON Cam. Mas Sony mulai meminta izin, mbah Marijan untuk wawancara, mbah Marijan dan keluarga mengizinkan asal di situ saja. Akhirnya Eno bisa mewawancarai mbah Marijan. mbah Marijan pun bercerita tentang arti labuhan itu sendiri, yang paling menakjubkan adalah ketika mbah Marijan diminta untuk memberikan pesan kemerdekaan, beliau nembang dandang gula, dengan Mic Trans TV di tangannya. Pada waktu itu rekan-rekan media yang lain mulai sadar, tapi mau gimana lagi Mic Trans TV di tangan marijan, Mo ngambil gambar dari angle manapun Logo Trans Tv tetap terlihat.. Kami semua senang, akhirnya kami dapat sesi wawancra + nembang dengan mbah Marijan. Pendakian kami tidak sia-sia, lelah kami terbayar sudah. Kami juga mengabadikan moment-moment itu, dengan bernarsis ria dengan foto-foto. MISSION ACOMPLISHED
SELAMAT JALAN Mbah.....
salam
benny pew
http://baliklayarindonesia.blogspot.com
Rabu, 29 September 2010
ENUMERATOR IS DIRECTOR

Akhirnya NGANTOR juga!
Berdasarkan informasi dari tenaga medis, bahwa setiap poliklinik mempunyai program-program SPM. Untuk memonitoring dan evaluasi, setiap bulan diadakan pertemuan antar kepala puskesmas untuk membahas kemajuan SPM. Pertemuan ini juga sebagai sarana sharing strategi antar puskesmas. Dalam lingkup intern puskesmas, setiap tiga bulan diadakan mini lokakarya untuk monitoring dan evaluasi program-program tersebut.
Untuk mendapatkan data yang berimbang aku juga ngobrol dengan beberapa pasien bagaimana tanggapan pasien dengan pelayanan puskesmas tersebut. Menurut mereka pelayanannnya sudah cukup memuaskan. Mulai dari loket pendaftaran, petugasnya cekatan sehingga tidak menunggu lama. Semua pasien dilayani dengan baik, tidak ada pembedaan pelayanan. Di puskesmas ini ruang tunggu berada ditengah, di sekelilingnya terdapat ruangan poli-poli sehingga pasien tidak kesulitan menemukan poli yang dituju. Poli nya cukup lengkap antara lain, poli umum, poli gigi, poli KIA, poli lansia, laborat. Puskesmas sekarang juga melayani konsultasi psikologi hari kami kamis sampai sabtu.
Pelayanan Puskemas mulai jam 07:00-12:00, pasien dalam kota dikenai biaya registrasi 2000 rupiah, luar kota 5000 rupiah. Apabila pasien membutuhkan pelayanan lain seperti cek darah dilaboratorium maka dikenakan biaya tambahan. Sedangkan untuk pemegang ASKESKIN, JAMKESMAS semua pelayanan gratis. Soal biaya puskesmas ini transparan, mereka menempel daftar tarif dan biaya tindakan medis.
Overall, berdasarkan informasi dari beberapa narasumber dan hasil observasi, pelayanan puskesmas ini memang cukup baik. Saran untuk puskesmas ini adalah penambahan pelayanan rawat inap
Sangat menyenangkan menjalani profesi ini, setiap saat bertemu dengan orang dan suasana yang baru. Sekitar bulan Agustus aku meneliti tentang potensi parkir. Hal pertama yang terlintas melakukan pekerjaan ini adalah tantangan menaklukkan tukang parkir, yang (dalam bayanganku) identik dengan preman. Tapi ternyata tidak semua tukang parkir preman euy. Meski tampang preman, kalau pendekatan kita baik mereka pasti menerima kita dengan baik pula. Tukang parkir yang aku wawancara pertama namanya Barnawi, badannya kekar, penuh dengan tatoan. Ngeri juga ngeliatnya, dia masih sibuk menata sepeda motor, setelah dia nggak sibuk aku beranikan diri ngajak ngobrol, ternyata orangnya nyantai banget. Sambil aku ajak ngobrol dia update status “ Lagi Wawancara”. Gileee cuy tukang parkir gaul, punya facebook.
Banyak hal baru yang dapetin selama “garap tukang parkir” ini. Lahan parkir 1 meter muat untuk 3 motor. Tempat parkir yang paling rame dalam 10 menit ada 3 motor yang keluar dengan retribusi 1000 per motor. Jadi bisa dihitung lahan parkir sepanjang 8 meter, muat untuk 24 motor. Dalam satu jam dia bisa memperoleh 3000X 6 = 18000. Jam operasional tukang parkir dari jam 09:00-12:00. Setoran perhari 5000 rupiah. Dalam satu tempat parkir bisa dibagi menjadi 3 shift.
Juru parkir adalah seseorang yang mempunyai surat tugas resmi dari pemerintah kota. Saat wawancara ternyata tidak semua tukang parkir mempunyai surat resmi, mereka kami sebut pembantu juru parkir. Pola kerjanya adalah seorang juru parkir menyuruh orang lain untuk jaga parkir. Pembantu parkir akan menerima bagi hasil dari pendapatan, setelah dipotong uang setoran ke dishub.
Beberapa hal yang menjadi keluhan tukang parkir adalah soal setoran. Ada lahan parkir di depan Toko Agung yang paling rame. Sekitar 10 meter dari toko Agung, ada lahan parkir yaitu di depan toko Batara. Juru parkir di depan toko Batara mengeluh karena lahan parkirnya yang 6 meter diisi oleh karyawan-karyawan toko. Otomatis dalam sehari tidak ada motor keluar masuk, karena karyawan toko pulangnya sore. Hal itu berbeda jauh dengan parkir di toko Agung yang dalam 10 menit bisa 3 motor. Sedangkan setoran mereka ke pemerintah kota sama. Tentu saja juru parkir di depan toko Batara mengeluh dengan kebijakan tersebut. Menurutnya setoran harus disesuaikan dengan tingkat keramaian parkir. Tidak “digebyah uyah” alias sama rata.
Masih soal setoran, Joko jukir di depan toko lampu mempunyai pengalaman pahit. Selama dua minggu sakit, tentu saja dia tidak mendapatkan penghasilan dari parkir. Setelah dia sembuh, Joko ditagih tunggakan setoran selama 2 minggu. Menurut joko hal ini nggak fair, karena dia tidak memperoleh penghasilan dari parkir. Tapi petugas tidak mau tahu, Joko harus tetap membayar tunggakan setoran. Lain lagi dengan Ombat, dia pernah adu mulut dengan seorang PNS berseragam, karena dia ngasih 1000 tapi masih minta kembalian 500 perak. Padahal di depan toko itu ada papan dari Dishub bahwa parkir motor 1000 perak. Ombat pun menunjuk papan itu, tapi dasar PNS berseragam yang “pelit” tetep aja nggak mau tau, dia kekeh minta 500 perak kesayangannya.
Salah satu juru parkir minta seluruh jukir diasuransikan, karena pekerjaan mereka berbahaya, mereka bisa saja tertabarak kendaraan lain ketika sedang memberi aba-aba mobil. Uneg-Uneg juru parkir di depan Circle K adalah semua juru parkir digaji seperti karyawan, bukan dengan sistem setoran.
Slamet juru parkir di depan apotik, menginstruksikan anak buahnya kalau ada orang yang nggak ngasih uang, atau cuma dikasih 500 diterima aja. Orang yang ke apotik itu adalah orang yang kesusahan karena sakit, entah dia sendiri maupun keluarganya. Aku baru sadar, bahwa orang yang ke apotik adalah orang yang kesusahan. Tidak semua jukir preman, tidak semua tukang parkir menyeramkan. Kehidupan di jalan memang keras, tapi menyikapinya tidak perlu dengan kekerasan.
Banyak pelajaran yang aku ambil selama”Ngantor” di jalanan. Cerita-cerita yang tidak pernah aku dengar sebelumnya, dan mendengarkan keluh kesah jukir menjadi pengalaman tersendiri.
Beberapa bulan sebelum “ngantor” dijalan, aku ditugaskan ke Samarinda. Perjalanan yang aku benci, karena aku takut bepergian dengan pesawat. Hati selalu was-was. Selama di pesawat dzikir tanpa henti hingga sampai ditujuan, diatas kupingku rasanya mau pecah, karena tekanan.
Sampai di Balikpapan kami dijemput dengan travel kemudian melanjutkan perjalanan selama kurang lebih 3 jam. Aku heran selama perjalanan jarang sekali aku melihat mobil sedan. Bagitupun masuk kota Samarinda, nyaris semua mobil sejenis Strada, Ford. Kami menyewa basecamp selama 20 hari dengan harga 5 juta. Rumahnya cukup nyaman dan luas.
Penelitian di Samarinda ini mengenai migrasi desa kota dengan nama Rural Urban Migration China Indonesia (RUMICI) hasil kerja sama UGM dan Australia Natioanal University. Penelitian ini dilaksanakan di dua Negara yaitu China dan Indonesia. Ada empat kota yang kami jadikan sample yaitu Tangerang, Medan, Makasar, dan Samarinda Fokusnya adalah kondisi pendidikan anak yang ditinggal orang tuanya ber migrasi ke kota.
Tugasku entry data, pekerjaan yang baru pertama kali aku lakukan, biasanya aku wawancara dengan responden. Minggu pertama aku belum ada kerjaan, karena questioner hasil wawancara masih diperikasa oleh supervisor dan regional coordinator. Setelah fix questionnaire aku entry, jadi data yang dientry sudah halus. Untuk penelitian kali ini alurnya memang berbeda, biasanya questionnaire hasil wawancara langsung masuk ke editor. Selain bertugas memasukkan data, editor wajib mengkoreksi kues dahulu sebelum di entry.
Sebagai editor, siang hari praktis tidak ada kerjaan, karena kues disetor pada malam hari. Jam kerjaku aku alihkan menjadi malam hari, aku lembur sampai jam 6 pagi. Setelah itu tidur dan bangun sekitar pukul setengah 9. Selama empat hari alur kerjaku seperti itu. Pada hari ke enam kesehatanku mulai terganggu, badanku mulai panas dingin. Awalnya aku anggap masuk angina seperti biasa, karena semua sudah aku support dengan vitamin dan susu. Hari ke tujuh, aku cek darah dan positif dinyatakan typus. Aku harus bedrest tidak boleh kerja dan kecapaian. Makan diatur, tidak boleh makan gorangan dan tentu saja sambal.
Aku bedrest sekitar lima hari, pada hari ke enam aku disarankan untuk pulang lebih awal. Akhirnya aku terbang sendiri ke jogja, di bandara my lovely mom,dad, and of course my sweety sudah menunggu. Mereka kaget, melihat aku tampak sehat, masih bisa ketawa-ketiwi hehehhe.
Setangguh apapun tubuh kita, sebaiknya malam hari kita gunakan untuk istirahat bukan bekerja apalagi sampai pagi tidak tidur. Meskipun kita tidur siang hari sebagai pengganti waktu istirahat yang semalam, tapi tetap tidak bisa nyenyak. Allah telah mensetting tubuh kita untuk beristirahat malam hari dan bekerja pada siang hari.
I love this job! Tapi apakah aku akan terus bekerja seperti ini, melompat dari satu daerah ke daerah lain. Jika terus melakukan pekerjaan ini aku akan kehilangan banyak waktu bersama anak istriku. Penghasilan pun juga tidak bisa tetap, apakah istri dan anakku akan menerima keadaan ini. Hmmmh I don`t think so, meski aku menyukai pekerjaan ini, aku tidak boleh egois. Mereka masa depanku juga!
Salam
Benny Pew
http://baliklayarindonesia.blogspot.com
Minggu, 22 Agustus 2010
Doa pew
Ya Allah……..
Liputi diriku hari ini dengan kekuatan yang membentengi diri dari segala gangguan.
Ajari aku tentang keindahan dan kekuatan batin, kemampuan membedakan kepentingan diri sendiri dengan tindakan kedermawanan.
Apabila hal ini menjadi kesucianMu, biarkan aku menggunakan kekuatanMu untuk menolong orang lain. Izinkan aku menjadi benteng bagi mereka yang mencari ketentraman dan hiburan.
Ya Allah
Apabila hari ini aku tergoda menggunakan kekuatanku sendiri untuk kepentinganku dan kesenanganku belaka, berilah aku peringatan yang lembut untuk mempergunakan arah kekuatanku untuk hal-hal yang mendatangkan manfaat.
Ya Allah
Tolonglah aku agar mampu menggunakan kelemah lembutan ketika aku terlalu memaksakan kehendak sendiri terhadap orang lain.
Anugerahkan aku kesabaran, pengganti ketergesaan dan sikap memaksa. Aku memohon kepadaMU akan ketegaran watak yang kuat untuk meredam keinginanku yang bersifat duniawi.
Rahmati aku dengan kelemahlembutan sehingga memperkuat keyakinanku padaMU.
amin
Rabu, 28 April 2010
Ponpes Senin – Kamis Oase buat Waria
Eksistensi kehidupan Waria di Indonesia masih dipandang sebelah mata, mereka masih menjadi kaum marginal di negeri ini. Waria identik dengan jalanan, kehidupan malam yang dekat dengan prostitusi. Bagaimanapun kondisinya waria tetaplah seorang manusia yang memiliki hati nurani, mereka juga mempunyai kerinduan kepada Tuhan.
Hal tersebut juga dialami Maryani pendiri Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis yang terletak di Notoyudan Jogjakarta. Awalnya Maryani mengikuti pengajian yang dipimpin Drs.KH. Hamrolie Harun, dia lah satu-satunya waria yang mengikuti pengajian. Meski dia seorang Waria tapi KH. Hamrolie menerima dengan tangan
Maryani yang juga pernah menjabat sebagai ketua Waria Jogjakarta ini kemudian mendirikan pondok pesantren Waria. Meski namanya Pondok Pesantren Waria, di ponpes ini juga menerima santri dari kalangan Gay, Lesbi, Transsexula/Transgender. Menurut wanita kelahiran 50 tahun lalu ini mereka juga manusia yang perlu bimbingan rohani. Pandangan sebelah mata dari masyarakat membuat mereka takut untuk mengikuti pengajian-pengajian. Untuk itulah Maryani mendirikan ponpes ini untuk membimbing mereka mengenal Allah lebih
Kegiatan dalam ponpes ini tidak seperti ponpes pada umumnya. kegiatan ponpes dimulai pada Minggu pukul 17.30 diawali dengan shalat magrib. Setelah itu sepanjang minggu malam sampai senin shubuh santri menjalani kegiatan seperti zikir, salawat, sholat tahajud dan makan sahur untuk puasa sunah senin. Setelah sholat subuh kegiatan diakhiri dengan olah raga pukul 05.00. Maryani menyediakan mukena dan sarung, dia memberikan keleluasaan santrinya untuk memilih pakaian mana yang menurut mereka paling nyaman untuk beribadah.
Pada hari senin kegiatan dimulai pukul 08.00 diawali dengan shalat dhuha. Sepanjang hari diisi dengan kegiatan membaca Al-qur`an, belajar shalat bagi yang belum bisa, setelah buka bersama, kegiatan diakhiri dengan shalat isya berjamaah, setelah itu mereka kembali ke rumah masing.
Selain kegiatan di dalam ponpes, para santri juga diajak untuk Ziarah ke makan temen-temen waria, mereka kan jarang didoakan oleh anggota keluarganya. Tak jarang ada Waria yang meneteskan air mata saat berziarah. Kegiatan ini juga berguna untuk mengingatkan bahwa mereka juga akan mengalami hal serupa. Sehingga muncul niat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah
Waria yang menjadi santri di Ponpes Senin – Kamis tidak dipungut bayaran sepeserpun. Untuk membiayai kegiatan Ponpes, Maryani menyisihkan sebagian hasilnya merias manten dan salon yang terletak tidak jauh dari Ponpesnya. Maryani tidak menolak jika ada donatur yang menyumbang untuk Ponpesnya, tapi dia tidak mencari dana. Kenapa dia tidak mencari dana? Dia takut ada orang yang berprasangka buruk terhadapnya, Waria mendirikan Ponpes hanya untuk meminta-minta.
Pendirian ponpes ini juga menuai pro kontra, selain itu adanya kontroversi dikalangan waria mengenai pakaian yang dikenakan saat beribadah. Menanggapi itu Maryani menyerahkan sepenuhnya kepada santrinya untuk memilih pakaian yang paling nyaman saat beribadah.
Adanya pro kontra Ponpes ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih sulit menerima keberadaaan waria dilingkungannya. Dalam undang undang dasar 1945 mengatakan bahwa setiap warga negara berhak memeluk agamanya dan beribadat menurut keyakinannya masing-masing. Apakah hak itu tiba-tiba hilang hanya karena mereka seorang Waria? Good Will mereka seharusnya kita dukung, ini merupakan entry point medekatkan diri pada Allah. Waria juga punya Tuhan!
Diolah dari berbagai sumber
Salam
Bennypew
Selasa, 10 November 2009
LOKAL MENUJU NASIONAL - Perjuangan Pelaksanaan Kata-kata!
lingkungan para seniman daerah atau pekerja kreatif daerah itu sendiri. Mind set, Cara berpikir mereka sudah terbentuk, bahwa untuk menembus layar televisi nasional di Jakarta, adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Banyak sekali seniman Daerah yang merasa kehilangan kesempatan masuk dalam arus besar pertunjukan (komersial) nasional, karena merasa lelah dengan jaringan Jakarta yang dianggap banyak menghalangi perjuangan mereka. Padahal, sebenarnya, wacana daerah kini menjadi daya tarik pembuatan konten pertelevisian secara nasional.
Ada beberapa cerita seniman-seniman daerah yang gagal mengadu nasib di Jakarta dan tidak pernah tampil di layar kaca nasional. Ada beberapa cerita sedih, nasib para kreator daerah yang tidak bisa menembus dinding entertainment Jakarta atau cerita perjuangan para pegiat seniman yang bertahun-tahun harus menunggu panggilan dalam antrian tanpa batas.
Di antara kisah-kisah sedih, ada pula cerita manis yang berhasil diukir oleh para kreator-kreator muda daerah. Cerita legendaris, pengalaman 5 anak muda yang menembus dunia rekaman jakarta pada akhir 90-an. Kita kenal dengan nama band Sheila on Seven, adalah salah satu kisah sukses perjuangan anak muda daerah yang kini menancapkan kukunya sebagai super band di Indonesia.
Namun, tidak semua kisah sukses dapat diduplikasi begitu saja, karena tantangan dan hambatan jalan menuju sukses di dunia entertainment nasional, saat ini cukup terjal dan mempunyai permasalahan yang luar biasa kompleks. Selain masalah teknis, ada juga masalah non teknis seperti cara pandang dan mental para kreator dan seniman yang kadang kala membuat mereka saling bersiteru atau saling menjatuhkan.
Desas-desus bahwa para kreator dan seniman daerah kerap saling 'jothakan' atau tidak rukun adalah cerita-cerita absurd, betapa mereka sebenarnya menghabiskan banyak energi untuk sesuatu yang tidak perlu. Namun secara personal, saya tidak mau ambil pusing hanya tenggelam mengurusi persoalan debat yang sebenarnya nggak ada faedahnyatersebut.
Yang ingin dan sedang saya lakukan adalah mencari rekan tandem dan talent berbakat dari daerah yang siap berjuang bersama untuk mengorbit ke tingkat nasional. Proses pencarian ini tidak mudah, untuk membuat sebuah tim yang solid dengan basis geografis jawa tengah dan Jogjakarta, memerlukan ketelatenan luar biasa untuk saling menautkan hati dan mental untuk berjuang.
Berkali-kali saya mencoba melakukan pendekatan dengan berbagai kalangan yang tertarik membesarkan wacana lokal menuju nasional. Berkali kali pula kegagalan itu datang, padahal, saya mencoba melakukan pendekatan dari orang-orang top di Jogjakarta, salah satunya dengan salah seorang owner tv lokal di sana. Mungkin memang belum jodoh, atau mereka berpikir bahwa apa yang saya impikan adalah sesuatu yang sangat berat dan menelan biaya bagi mereka. Saya cuma tersenyum, betapa pemikiran-pemikiran tradisional dari rekan-rekan di daerah, sangat menghambat mereka untuk bisa berkembang.
Oke lah, saya akhirnya tidak mendapatkan dukungan dari level pengambil keputusan dan para orang penting di Jogja dan Jawa tengah, lalu saya coba untuk berbuat dengan kekuatan sendiri, maka lahirlah sebuah gerakan yang menasional yang terkenal dengan sebutan "jangan Bugil di Depan Kamera! - JBDK!". Gerakan ini saya awali sendiri di Jogjakarta berbasiskan buku yang saya tulis berjudul "500+ Gelombang Video Porno Indonesia!". Sekedar info, betapa gerakan JBDK! itu dibuat melewati malam-malam sepi di angkringan, kesepian, deraan hujan dan berbagai keterbatasan dari sisi finance maupun fasilitas. Modal dengkul dan PENTIUM III jadul, menemani dalam malam-malam perjuangan, mengetik naskah buku JBDK! Namun JBDK! Menjadi sebuah fenomena gerakan yang CARE terhadap masalah penyimpangan pornografi di Indonesia hingga detik ini. Tidak kurang 5 tayangan televisi nasional mengupas dengan detail gerakan JBDK! O ya, dalam gerakan ini, saya bertemu dengan Benny PEW, anak muda lulusan UPN yang akhirnya menjadi teman seperjalanan dalam suka dan duka :).
Setelah JBDK, tantangan berikutnya adalah membuat karya baru yang harus memberikan kesadaran secara nasional. Untunglah saya bertemu dengan rekan-rekan penerbit Kanisius, akhirnya terbit buku "Teen Dating Violence!", buku pertama di Indonesia yang memotret masalah Dating Violence di kalangan remaja. Dari buku tersebut, muncullah gerakan kampanye "Stop Teen Dating Violence!" , berkeliling kota dan sekolah untuk membuat remaja sadar terhadap masalah kekerasan dalam dating. Hingga detik ini, kampanye Stop Teen Dating Violence!, telah mengunjungi 20 sekolah dan berbagai lembaga di pulau jawa. Ke depannya, gerakan ini mencoba untuk menjangkau kota-kota di berbagai pulau, seperti yang sudah dilakukan gerakan JBDK! sebelumnya. Oh ya, gerakan ini juga telah mewarnai wacana televisi nasional, dimulai dari TV ONE, lewat acara Apa Kabar Indonesia menyiarkan peluncuran buku "Teen Dating Violence" pada 14 Februari 2009.
Selain membuat gerakan-gerakan moral yang disebarkan ke masyarakat lewat media televisi, koran dan radio, saya mencoba untuk mengembangkan relasi dengan beberapa rekan baru yang mempunyai visi yang sama dalam hal media dan penyebaran wacana lokal yang mendidik. Saya bertemu dengan Kang Yuyun, MJ TV - Jogja Media Net, seorang pegiat dan pimpinan pada divisi produksi yang senang melakukan eksplorasi di bidang-bidang yang tidak umum. Lewat beliau, saya mendapatkan support dan fasilitas untuk mengembangkan wacana dan kreatifitas yang meledak-ledak dalam benak saya. Terus terang, saya sangat mencari orang-orang yang bisa dijadikan teman untuk berproses, bukan sekedar keinginan instan untuk menjadi tenar atau terkenal dalam tempo sesaat, tetapi orang-orang yang mau berpikir dan mempunyai kesabaran untuk menghargai proses kreatif dalam membentuk sebuah karya.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat bertemu dengan beberapa orang yang semula saya anggap cukup kompeten untuk melakukan sebuah proses berkarya yang ingin diledakkan secara nasional. Namun dalam perjalanannya, orang-orang ini malah berbalik menjadi mahluk-mahluk yang terburu-buru dan tidak berpikir logis dalam bertindak. Parahnya, beberapa kasus absurd dan aneh terbongkar karena ketidakkonsistenan mereka dalam menjalankan rencana bersama. Saya mencoba untuk bersikap arif dan melihat persoalan ini dengan kepala dingin. Toh, menurut saya, mereka itu belum siap untuk masuk ke dalam proses kreatif berkarya yang menomorsatukan KEJUJURAN DALAM BERKARYA. Sehebat apapun kemampuan kita dalam berkarya, tidak ada artinya, bila kita malah MEMALSUKAN sebuah karya yang sebenarnya bukan milik kita sendiri. Saya ambil keputusan sederhana, saya mundur dan membuat sebuah proyek baru yang mungkin kelak menjadi ajang pembuktian sebuah proses berkarya berlandaskan niat baik dan kejujuran.
O'ya, dalam proses berjalan, saya bertemu dengan Mas Koko Srimulat, beliau pimpinan Srimulat yang mempunyai segudang pengalaman membesarkan manajemen grup komedian terbesar di Indonesia. Dari beliau, saya mendapatkan banyak pelajaran untuk bersabar dan berpikir bijak tentang sebuah manajemen grup. Saya sadar, saya tidak sendiri lagi kali ini. Saya mempunyai sebuah atau lebih, grup-grup kesenian dan kreatifitas yang harus dikembangkan. Saya berkeinginan membentuk manajemen artis yang di dalamnya mengurusi beberapa seniman atau tokoh terkenal. Salah satunya adalah MBAH DARMO, komedian dari Jogjakarta yang hidup dalam kesederhanaannya.
Sebenarnya, proses bertemu Mbah Darmo dan saya, melewati malam-malam yang menakjubkan. Kita disatukan dengan ketidaksengajaan dan berjalan bersama dalam kondisi yang saat itu sedang minus :). Cobaan datang silih berganti, Saya kehilangan beberapa job utama dalam dunia pertelevisian, begitu juga dengan Mbah Darmo yang mendadak kontraknya diputus oleh sebuah stasiun televisi nasional. Kami menjalani proses sebagai orang-orang yang tiba-tiba menggelandang di kota Jogja. Kami lewati malam-malam yang dingin dengan obrolan-obrolan untuk mengembangkan kreatifitas, tentu saja kami nggak berharap banyak, karena berbulan-bulan terlewati tanpa ada pekerjaan yang jelas.
Sebagai seorang kreator, saya memandang Mbah Darmo mempunyai potensi luar biasa untuk dikembangkan di jagad pertelevisian nasional. Beliau memang sudah terkenal di dunia hiburan, tetapi impian saya, ingin menjadikan icon MBAH DARMO berdiri sendiri tanpa bayang-bayang atau berada di dalam grup apapun. Alasannya sederhana, untuk sebuah karakter yang luar biasa kuat seperti dia, adalah sebuah tantangan utama menjadikannya SENIMAN Tunggal yang melejit di ranah pertelevisian. Namun, perjuangan ini tidaklah mudah. Dalam proses yang memakan waktu hampir satu tahun, saya mencoba membuatkan berbagai macam konsep tontonan ke berbagai stasiun televisi. Selama hampir satu tahun, konsep itu berkali-kali gagal dilaksanakan atau ditolak oleh pihak televisi, hanya karena mereka lebih memilih menampilkan komedian muda yang dianggap lebih kinclong dan enak dijual.
Sebenarnya, saya hampir putus asa untuk memperjuangkan konsep ini, tetapi tiba-tiba, muncul fenomena Mbah Surip yang benar-benar memberikan wacana ANTI MAKE UP! ANTI LIPSTICK! ANTI GOOD LOOKING! tetapi bisa menjadi sebuah simbol wacana baru yang diserap oleh berbagai macam stasiun televisi. MBAH SURIP telah membuktikan, bahwa cara pandang masyarakat terhadap
bintang televisi yang harus serba GANTENG dan SEXY, tidak melulu menjadi ramuan sukses pencapai rating tinggi. Sayangnya, kepopuleran Mbah Surip hanya berumur singkat, beliau telanjur dipanggil Sang Maha Kuasa.
Lalu, kesadaran itu tumbuh kembali, saya lalu membuka beragam konsep lama untuk menampilkan sosok karakter berusia lanjut dengan wacana budaya ala Jogja-Jawa. Entah mungkin sudah nasib atau memang timing yang tepat, tiba-tiba presentasi saya terhadap naskah skenario yang saya ajukan ke sebuah Departemen pemerintah, diterima. Dan yang lebih mengejutkan, tokoh karakter MBAH DARMO yang saya jadikan tokoh dalam Sebuah rancangan SITKOM, diterima dan segera dilakukan proses produksinya.
TEPAT pada tanggal 5 Nopember 2009, segala impian untuk melakukan produksi SITKOM dengan tokoh utama MBAH DARMO dilaksanakan, dalam sebuah proses syuting yang dimulai di Jakarta. Rencananya bakal dibuat dalam 10 episode dan akan ditayangkan mulai 15 Nopember 2009 di TV ONE.
Gusti Allah Maha Pemberi Rezeki....
Hanya keajaiban dan izin dari Nya, menjadi penyemangat dari proses kreatif ini. Betapa impian saya untuk membuat tayangan nasional dengan konten lokal terjadi begitu saja tanpa halangan yang berarti. Betapa banyak keringat yang terbuang selama ini, seolah-olah hilang begitu saja ketika semua pintu itu terbuka. Aku percaya ya Allah, betapa Engkau memudahkan semua urusan yang Engkau ridhoi. Betapa semua ini adalah berkah dan jalan yang Engkau tunjukkan.
Terima kasih ya Allah, langkah pertama telah dijejakkan, perjuangan baru saja dimulai.
Semoga Wacanan Jogja dan budayanya, hadir kembali lewat berbagai tayangan televisi di negeri ini.
Salam,
Sony Set.
saat ini sedang melakukan pekerjaan sebagai Scriptwriter serial "KAMPUNG SEHAT", TV ONE.
Tayang Perdana 15 Nopember 2009
Untuk Mbah Darmo : Selamat berjuang, saatnya kata-kata itu harus dibuktikan. Tetap Semangat!
Teman-teman Seperjuangan : MR President Band & Management : Deden, Eka, Singgih, Helmy, Ge, Pak Heri, Pak Joko & Catur.
Teman-teman Kreatif Seperjuangan : Mas Koko Srimulat, Benny Pew, Gun 7, Pak Windu Kanisius, Kang Yuyun O3-MJ TV.
(Tulisan ini dipersembahkan untuk segenap Mahasiswa Fikom UMY dan Rekan-rekan Kreatif dan Seniman Yogyakarta. Mari kita warnai dunia pertelevisian nasional dengan semangat menyebarkan kearifan budaya lokal yang mendunia! Mari kita bangun Jogja lewat wacana kreatif pertelevisian dan multimedia)
*tulisan diambil dari note Mas Sony Set*
makasi ya Mas...................
Rabu, 15 Juli 2009
Innalillahi Wa Innalillahi Roji`un

Hidup bagaikan sebuah pertunjukan wayang atau permainan boneka. Segala pemikiran yang menghasilkan sikap dan tingkah laku digerakkan oleh Allah SWT. Semua makhluk di dunia ibaratnya boneka yang dikasih tali kemudian digerakkan dari atas. Semua tali-tali itu disimpulkan jadi satu dan yang memegang kendali adalah Allah.
Allah telah memberi kita fasilitas yang lengkap untuk hidup di dunia dan menggunakan fasilitas itu sebagai mana mestinya, untuk mendukung proses ibadah kepadaNya. Tapi kita tidak berhak atas semua yang ada di dunia ini. Semua yang ada di dunia ini hanyalah sebuah titipan dari Allah. Kita hanya diberi “hak pakai” bukan “hak milik”. Semuanya akan diambil ketika Allah menghendakinya kapan pun dan dimana pun tidak ada orang yang bisa menahannya.
Mungkin suatu saat apa yang dititipkan Allah ke kita akan diambil misalnya harta atau orang yang kita kasihi. Bisa saja orang yang kita kasihi sekarang diambil untuk selama-lamanya alias masa hidupnya sudah expired, tapi kadang Allah masih memberi kesempatan kita melihat orang yang kita kasihi “dipakai” orang lain.
Allah Maha tahu apa yang tersembunyi di hati dan pikiran kita. DIA pun lebih tahu mana yang terbaik buat kita. Kadang kita sendiri merasa bahwa orang yang sedang kita kasihi adalah yang terbaik, siap untk hidup bersama melewati suka dan duka, seolah olah dia MR or MRS Right, jadi saat kita kehilangan dia, kita merasa ada jiwa kita yang ikut hilang bersamanya… GOD Don`t think So!
Allah pasti mempunyai alasan yang kuat untuk “mengoper hak pakai” orang yang kita kasihi kita ke orang lain. Mungkin kita kurang bisa merawat dia, sehingga kalau terlalu lama kita pakai, hatinya bisa rusak atau sebaliknya dia yang merusak diri kita.
Everything happen for a reason, guys!
Menerima dengan hati yang lapang, berpikir bahwa kita tidak mempunyai hak milik apapun di dunia ini, mantapkan hati bahwa semuanya milik Allah, menjalani keputusan Allah dengan hati ikhlas, selalu merasa di tempat yang terbaik mendapatkan yang terbaik dalam kondisi apapun, karena hanya DIA yang Maha tahu apa yang terbaik buat kita. Mengembalikan segala cobaan kepadaNYA dengan tetap berdoa dan berusaha bangkit bukan menikmati kesedihan. Live must go on ! Innalillahi Wa Innalillahi Roji`un
“dia milik DIA, kita tidak berhak atas dia. Jika suatu saat DIA mengambil dia untuk sementara maupun selamanya, ikhlasin dia, karena DIA pasti lebih tahu apa yang terbaik buat dia dan kita”
Salam
Benny Pew
http://baliklayarindonesia.blogspot.com
HISTORY OF THE F.U.C.K
FUCK! Itulah kata-kata umpatan bahasa inggris yang pertama aku ucapin. Aku masih inget kala itu masih SMP. Seiring dengan berjalannya waktu dan tingkat pendidikan perbendaharaan kata-kata kotor itu makin bertambah. Tapi aku yakin FUCK adalah umpatan yang paling popular. Karena jika seseorang mengucapkan kata FUCK biasanya diikuti dengan mengacungkan jari tengahnya.
Baru kali ini sebuah kata-kata kotor diikuti dengan sebuah simbol yaitu JARI TENGAH. Sampai sekarang maksud dari simbol itu aku juga belum tahu. Sementara ini yang aku tahu hanya sejarah kata FUCK sehingga lahir di dunia….
Dulu pada zaman baheula di Inggris ada peraturan yang menurutku suwper duwper aneh, dimana seseorang tidak bisa berhubungan badan /making love tanpa ada izin tertulis dari raja (kecuali anggota keluarga kerajaan..hhmmh betapa egoisnya keluarga raja inggris). So jika seseorang ingin memiliki seorang anak, maka keluarga itu akan pergi menghadap baginda raja untuk meminta izin bikin anak alias making love. Nah klo disetujui maka raja akan memberikan kartu pass, setelah itu mereka pulang bisa dengan senang hati, karena mereka akan menikmati surga dunia he..he..he..uhui…!
Eits………tunggu dulu jangan buru-buru lepas baju dunkz.
Sebelum making love kalian harus menggantungkan kartu pass tadi di atas daun pintu, dan tulisan di kartu itu adalah F.U.C.K. ( Fornification Under Consent of the King).
Nah kalian dah tahu kan The history of the F.U.C.K
Sekarang kalian boleh berFUCKin ria (sebaiknya) dengan pasangan resmi kalian.
Salam
Benny Pew
http://baliklayarindonesia.blogspot.com